Tampilkan postingan dengan label SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMA. Tampilkan semua postingan

Mana yang benar: Bumi bulat atau Bumi datar?

Sebenernya materi bentuk bumi merupakan materi IPA kelas 3 SD dan sudah diketahui oleh manusia sejak 2300 tahun yang lalu. Tapi berhubung akhir-akhir ini banyak yang mendebatkan, jadi ga ada salahnya kita flashback jauh ke belakang sekaligus mengenang masa kecil kita masing-masing :p
Akhir-akhir ini di berbagai media sosial rame banget dibahas tentang bumi yang berbentuk datar (flat earth). Ga cuma di Indonesia, di Amerika pun pandangan bumi datar pun sempet rame dan cukup banyak dipercaya oleh beberapa kalangan. Guru-guru yang diharapkan bisa men-counter hal ini ga jarang ikut-ikutan terbawa arus. Berikut ini curhatan salah satu siswa di email zenius:
Zenn, plis banget kali ini saya minta bikin artikel tentang mana yang benar antara bumi datar atau bumi bulat (gak bulat bgt sih). Sekolah saya udah gaduh. Guru-guru saya udah mulai percaya teori bumi datar. Angkatan kakak kelas saya juga udah mulai gabener. Masa promosi ekskul malah nyinggung-nyinggung kalo bumi itu datar. Masalahnya bawa-bawa ayat-ayat kitab agama tertentu. Saya cuma takut kita anak-anak Indonesia pemikirannya malah mundur. Karena udah terjadi di lingkungan sekolah saya. pliss banget zenn biar semua cerah terang benderang. Gaada lagi propaganda benci negara-negara tertentu karena membeberkan teori bohong. plissss zen saya mohon dengan sangat. Kalau bisa narasumbernya dicantumkan (yang terpercaya). mohon ya zennn
Wew sampe segitunya ya? Selain email tersebut, Zenius juga menerima banyak banget request dari para user maupun followers untuk ikut membahas masalah ini. Sebenernya udah banyak artikel di internet yang udah membahas sih, tapi ga ada salahnya juga zen ikut-ikutan bahas.
bumi datar

Sejarah singkat ilmu pengetahuan tentang bumi dan alam semesta

Untuk mengetahui sejarah perjalanan pengetahuan manusia tentang alam semesta, kita perlu kembali ke ribuan tahun yang lalu, saat awal peradaban manusia di Bumi. Salah satu hal yang membedakan manusia, Homo Sapiens, dibandingkan spesies lain adalah kemampuan untuk berimajinasi. Misal kayak gini, kalo spesies-spesies lain ketemu singa, katakanlah rusa atau kuda, mereka kira-kira bakal berpikir begini "hati-hati, singa!". Tetapi manusia, berkat imajinasinya, bisa berpikir gini, "hati-hati, singa itu dewa penjaga hutan ini!". Imajinasi tersebut telah membantu manusia buat survive dan menjadi spesies paling berkuasa di muka bumi ini. Kok bisa? berkat imajinasi, manusia juga bisa membentuk sebuah kelompok, organisasi atau hukum dan peraturan yang ga mungkin bisa dilakukan oleh spesies lain. Di sisi lain, imajinasi tersebut juga menciptakan mitos dan kepercayaan terhadap benda atau fenomena yang ada di dunia ini.
Kalo lo mau cerita lebih lanjut tentang kemampuan imajinasi manusia ini, lo bisa pantengin cerita Glenn tentang Asal-usul Konsep Uang.
Jadi jangan bayangkan apa yang lo pikirkan sekarang tentang matahari, bulan, bintang atau berbagai hal yang terjadi di dunia ini sama dengan apa yang orang-orang jaman dulu pikirkan.
Screen Shot 2016-08-14 at 9.23.58 PMDi peradaban Mesir kuno, misalnya langit digambarkan sebagai wanita raksasa, berupa dewi Nut. Nut merentangkan kaki dan tangan ke 4 penjuru dunia sehingga menutupi bumi. Setiap pagi Nut melahirkan matahari dan malam harinya dia memakan kembali matahari. Siklus tersebut berulang setiap hari. Sementara itu, Geb, dewa bumi, berbaring di bawah langit (Nut). Geb digambarkan sebagai seorang laki-laki yang berbaring dibawah lengkungan langit Nut. Orang Mesir memiliki kepercayaan kalau gempa bumi itu disebabkan oleh Geb yang sedang tertawa. Sedangkan air laut di dunia ini merupakan air mata Nut ketika dipisahkan oleh Geb.
Terdengar liar banget imajinasinya? Kembali, jangan samakan pengetahuan manusia modern dengan manusia jaman dulu.
Screen Shot 2016-08-14 at 9.43.32 PMBerbeda dengan peradaban Mesir kuno yang menggambarkan alam semesta sebagai personifikasi dewa-dewi, di peradaban Babilonia, alam semesta dibagi menjadi struktur tiga lapis dengan bumi datar yang mengambang di atas air dan berada di bawah langit. Nah di peradaban Babilonia ini lah ilmu tentang perbintangan mulai maju, tapi meskipun begitu mereka masih menganggap benda-benda langit mempunyai kekuatas magis. Orang-orang membayangkan bentuk tertentu yang dihasilkan dari susunan bintang, dan menghubungkannya dengan aspek tertentu dari alam atau mitologi mereka. Orang-orang Babilonia percaya bahwa susunan bintang tersebut menentukan nasib manusia. Hal ini lah yang sekarang kita sebut dengan zodiak atau ramalan bintang. Sedangkan Matahari, Bulan dan planet-planet (saat itu yang ditemukan Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus) masing-masing diberi 1 hari sebagai persembahan. Jadilah satu minggu itu isinya 7 hari. Beberapa nama hari masih kita kenali sampai sekarang yaitu Sunday (matahari), Monday (bulan), Saturday (Saturnus).
Nah, di sini lo bisa lihat bagaimana orang jaman dulu mengambil kesimpulan, yaitu bukan hanya dari fakta yang mereka lihat, tapi banyak juga disertai oleh imajinasi-imajinasi. Imajinasi tersebutlah yang akhirnya melahirkan mitologi-mitologi yang ada di berbagai peradaban. Meskipun begitu, imajinasi ini sebenernya nggak selalu salah. Kadang, bisa juga benar. Tapi, imajinasi tersebut harus bisa divalidasi (diuji kebenarannya). Bagaimana cara memvalidasinya?

Dari Mitologi ke Rasionalitas

Pada awal peradaban Yunani Kuno, banyak juga sebenarnya pemikir-pemikir yang sudah mulai rasional, tapi masih berkesimpulan bahwa bumi itu datar. Misalnya, Thales berpendapat bahwa bumi berbentuk datar dan mengambang di air. Bumi ibarat kayu yang mengambang di tengah lautan. Anaximander meyakini bahwa bumi berbentuk silinder pendek dengan permukaan datar dan mengambang di udara. Anaximenes percaya bahwa benda-benda langit berbentuk datar, dan kemungkinan besar dia juga berpikir bumi berbentuk datar. Tetapi, yang membedakan argumen para pemikir di Yunani Kuno dengan sebelum-sebelumnya adalah, mereka sudah mulai berargumen berdasarkan pengamatan yang mereka lakukan, meskipun belum sempurna. Dengan kultur semacam itu, lahirlah tokoh seperti Aristoteles.
Apakah Aristoteles yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa bumi itu bulat masih jadi perdebatan di kalangan sejarawan. Namun pada 340 tahun sebelum masehi, beliau dipercaya menjadi orang pertama yang menulis pendapat tersebut dalam bukunya On the Heavens. Beberapa argumen yang Aristoteles kemukakan:
  1. Dia menyadari bahwa gerhana bulan disebabkan oleh Bumi yang berada diantara Bulan dan Matahari. Bayangan Bumi pada permukaan Bulan selalu bundar. Hal ini hanya mungkin bila Bumi bulat. Apabila Bumi datar, maka bayangannya lonjong dan hanya bulat apabila Bulan berada di atas ubun-ubun.moon_earth_shadow
  2. latitude-armsDari perjalanan yang pernah dilakukan dilakukan, orang-orang Yunani mengetahui bahwa Bintang Utara tampak lebih rendah di langit bila pengamat berada lebih ke selatan (karena terletak di atas kutub Utara). Bintang Utara berada tepat di atas ubun-ubun seorang pengamat di Kutub Utara, dan di atas horizon bila ia di khatulistiwa). Hal ini hanya mungkin bila Bumi bulat.
  3. Kapal yang muncul dan tenggelam di horizon (batas terjauh yang bisa teramati). Apabila ada kapal yang berlayar menjauhi kita, maka badan kapal tersebut akan tenggelam terlebih dahulu di horizon. Begitu pula sebaliknya, bagian atas kapal akan terlihat terlebih dahulu di horizon apabila mendekati kita.
Dari bukti-bukti tersebut, Aristoteles menyimpulkan bahwa bentuk bumi adalah bulat. Gagasan Aristoteles tersebut disepakati oleh filsuf-filsuf setelahnya seperti Eratosthenes, Euclid, Aristarchus, dan Archimedes.
Eratosthenes bahkan berhasil mengukur keliling bumi menggunakan tongkat yang terletak di dua tempat yg berbeda. Dia memanfaatkan perbedaan bayangan antara dua tongkat tersebut akibat lengkung bumi untuk mengukur keliling total.
Dengan cara tersebut Eratosthenes bisa mendapatkan nilai keliling bumi 46.250 km. Cuma meleset sekitar 15% dengan keliling bumi yang diukur di zaman modern (40.075 km).
Cerita dan perhitungan selengkapnya bisa lo baca di artikel zenius blog berikut.
Aristoteles juga menduga Bumi tetap di tempat dan benda-benda langit yang mengelilingi Bumi, namun dia ga memiliki landasan atas argumen tersebut. Sejak saat itu, bentuk bumi udah jarang menjadi perdebatan lagi di kalangan filsuf Yunani Kuno.

Geosentris vs Heliosentris

Diskusi tentang bentuk bumi di kalangan para filsuf bisa dibilang udah 'selesai' setelah Aristoteles mengajukan pendapatnya di atas. Setelah itu, pertanyaan mulai beralih yaitu tentang pusat alam semesta. Apakah bumi yang menjadi pusat (geosentris)? Dalam arti, bumi adalah pusat semua benda di luar angkasa, dan matahari, bulan, bintang bergerak mengelilingi bumi.
Ketika Bumi dijadikan acuan pengamatan, maka lo akan melihat pergerakan planet yang meliuk-liuk (retrograde). Sebagai gambarannya berikut ini pergerakan Matahari, Mars, dan Jupiter apabila diamati dari Bumi.
Fig22PtolmeyModelStatic
Pergerakan Matahari, Mars dan Jupiter terlihat dari Bumi
Pergerakan Mars tampak di langit
Pergerakan Mars tampak di langit

Screen Shot 2016-08-22 at 7.44.00 AMClaudius Ptolemeus dari Alexandria mencoba menjelaskan fenomena tersebut sekaligus melengkapi model Aristoteles. Dalam bukunya Almagest, Ptolemeus mengajukan model Bumi sebagai pusat tata surya seperti model Aristoteles, namun dengan versi yang lebih kompleks, dengan memperhitungkan posisi dari matahari, bulan dan planet-planet dari Bumi. Untuk menjelaskan pergerakan planet yang meliuk-liuk (retrograde) tersebut, Ptolemeus menambahkan sub-orbit melingkar di dalam sebuah orbit (epycicle). Dengan model ini, Ptolemeus bisa meramalkan posisi benda-benda di langit tersebut, tetapi tetap saja, model tersebut masih terlalu rumit dan ga sepenuhnya akurat. Berikut ini gambaran gerakan Mars menggunakan model Ptolemeus. (titik P berarti planet dan titik kuning berarti matahari)
ezgif-2762044476Emangnya kenapa sih ketika Bumi dijadikan acuan pengamat, jadinya pergerakan planet meliuk-liuk (retrograde)? Orbit meliuk-liuk(retrograde) tersebut bisa dijelaskan dengan sederhana apabila bumi dan planet mengelilingi pusat yang sama (matahari). Karena jarak Bumi dan planet ke matahari berbeda, maka ketika Bumi udah berevolusi 1 kali, planet yang diamati belum tuntas berevolusi, apabila jaraknya lebih jauh dari Bumi. Supaya lebih jelas, lo bisa lihat GIF disamping.
Nah model matahari sebagai pusat tata surya (heliosentris) inilah yang coba diajukan Nicolaus Copernicus dari Polandia pada abad keenam belas masehi. Copernicus berusaha mendobrak pengetahuan (bahwa matahari, bintang, bulan mengelilingi bumi) yang udah bertahan selama kurang lebih 1800 tahun! Gile ga tuh? Walaupun begitu, Copernicus ga berani terang-terangan bilang tentang model yang dia ajukan karena dia sendiri adalah seorang pendeta, sedangkan Gereja saat itu menganut model Ptolomeus-Aristoteles (Bumi sebagai pusat benda-benda langit).
Copernicus awalnya menyebarkan gagasannya sekitar tahun 1514 dalam sebuah naskah 40 halaman berjudul Commentariolus secara anonim ke temen-temen deketnya aja. Model Copernicus langsung membuktikan diri jauh lebih akurat daripada model Ptolomeus dan segera menyebar di kalangan intelektual Eropa. Di tahun 1543, beberapa saat sebelum dia meninggal, Copernicus pun berhasil menyelesaikan naskahnya secara lengkap dengan judul On the Revolutions of the Heavenly Spheres.
Buat perbandingan, sekarang coba lo perhatikan 2 model berikut:
Perbandingan model jika matahari diasumsikan sebagai pusat Tata Surya (Heliocentrism) dengan asumsi jika Bumi sebagai pusat Tata Surya (Geocentrism)
Di Italia, model Copernicus mendapat dukungan dari Galileo Galilei yang saat itu lagi sibuk mengembangkan teleskop. Dia mengamati benda-benda langit termasuk planet Jupiter yang dikelilingi oleh beberapa satelit, dia pun kepikiran, "Hmm Jupiter aja dikelilingi oleh satelit, jadi ga semua benda langit harus mengelilingi bumi donk? mungkin Bumi ini aslinya sama dengan Jupiter, dikelilingi satelit juga dan mengorbit pada pusat yang sama."
Pengembangan teleskop dan serentetan penemuan ini membuat reputasi Galileo semakin dikenal di kalangan ilmuwan pada masa itu. Namun demikian, dukungannya terhadap teori Copernicus (bahwa Bumi bukan pusat Tata Surya) menyebabkan dia berhadapan dengan kalangan gereja yang menentangnya. Dia pun dituduh 'heretic' atau murtad.
Biasanya, hukuman bagi mereka yang dituduh murtad pada masa itu bisa sadis banget. Tapi untungnya karena faktor usia dan banyak berjasa, Galileo akhirnya "cuma" dijatuhi hukuman tahanan rumah dan pengucilan sampai dengan akhir hidupnya, cukup enteng apabila dibandingkan dengan isu yang beredar kalo dia dihukum mati. Hukuman lain terhadapnya cuma suatu permintaan agar dia secara terbuka mencabut kembali pendapatnya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.
Di saat hampir bersamaan, Gagasan Copernicus tersebut diteliti dan dikembangkan oleh matematikawan Jerman, Johannes Kepler. Berdasarkan data yang Kepler dapatkan, dia menemukan bahwa pergerakan planet-planet tidak melingkar sempurna mengelilingi matahari, seperti yang Copernicus pikir, tetapi berbentuk elips dengan matahari berada di salah satu fokusnya. Namun Kepler ga ngeh apa yang menyebabkan planet-planet tersebut tetap dalam orbitnya. Kepler menduga hal itu karena gaya magnetik, sebelum akhirnya Isaac Newton menjelaskan kalo hal itu disebabkan oleh gravitasi.
Itulah kurang lebih, cerita singkat dari perjalanan peradaban manusia dalam memahami bentuk dan posisi Planet Bumi ini. Dari Aristoteles 2300 tahun yang lalu, Ptolemeus, Coppernicus, Galileo, Kepler, hingga Newton... dan jika mau ditelusuri terus akan berlanjut pada ilmuwan modern seperti Einstein, Sagan, Hawking, dll. Selama ribuan tahun, setiap gagasan tentang bentuk Planet Bumi dan posisinya telah dikembangkan dan diuji berkali-kali baik dari pengamatan (empiris) maupun pendekatan matematika.

Bukti-bukti lain round earth

Selain beberapa bukti / penalaran yang digunakan oleh filsuf dan ilmuwan di atas, berikut ini beberapa bukti lain yang menunjukan kalo bumi bulat.

1. Adanya zona waktu

Buat yang suka Liga Champions, lo mesti bangun dini hari pukul 2:30 WIB buat bisa nonton pertandingan di Madrid, Milan, London atau bagian Eropa lain yang tanding jam 20:00 waktu Eropa. Kok bisa di Eropa masih jam 8 malem, tapi di Indonesia udah jam setengah tiga pagi? Rasanya ga perlu gue jelasin kenapa hal tersebut bisa terjadi, lo semua pasti tau karena perbedaan zona waktu.
Zona waktu terjadi sebagai akibat dari cahaya matahari yang menyinari bagian bumi. Karena bumi bentuknya bulat, maka matahari ga bisa nih nyinarin semua permukaan bumi secara bersamaan, mesti gantian. Akibatnya tiap daerah punya waktu yang berbeda-beda di saat yang bersamaan. Hal ini cuma bisa dijelaskan apabila bumi berbentuk bulat.
timezones12
Kalo bumi datar, kita masih bisa melihat matahari meskipun jaraknya jauh.
flatearth

2. Pengamatan dari luar angkasa

No pic, hoax! Kalo lo orangnya ga percaya sebelum lihat fotonya, saat ini (sebenernya udah sejak lama) ada beberapa foto yang diambil dari luar angkasa.
moon_and_earth_lroearthrise_frame_0
Bumi, planet biru, terlihat dari Bulan (sumber: NASA)

IDL TIFF file
Foto bumi dan bulan apabila dilihat dari Mars. Akhirnya gue bisa foto bareng gebetan dalam satu frame :')
iss045e079412
Foto yang diambil 25 Oktober 2015 dengan Nikon D4 (50mm lens) oleh ISS Crew Earth Observations Facility and the Earth Science and Remote Sensing Unit, Johnson Space Center.
Jika lo pengen melihat citra bumi dari International Space Station (ISS), termasuk apa yang dibicarain krunya, lo bisa live streaming di sini! Jika tampilan live straming kosong / layar biru, kemungkinan terjadi gangguan sinyal, coba lo cek dirrect linknya di sini >> http://www.ustream.tv/channel/live-iss-stream
ISS berada pada ketinggian sekitar 400 km dari permukaan bumi. Dari ketinggian tersebut, ISS ga bisa merekam gambar bumi secara utuh, tapi lo bisa lihat dengan jelas lengkungannya. Kalo lo kesulitan buka streaming-nya, lo bisa pantengin aja Instagram @iss yang suka posting foto dan video bumi, mulai dari foto negara tertentu sampai video aurora dari atas sana. Jadi iri deh sama astronot. Hehe..

3. Kisah penjelajahan manusia

Udah banyak kisah penjelajahan manusia mengelilingi bumi. Kisah yang disebut-sebut paling berpengaruh terhadap sejarah dunia adalah penjelajahan Christoper Colombus. Penjelajahan ini dipicu oleh jatuhnya kota Konstantinopel oleh Kesultanan Ottoman, jalur perdagangan dari Eropa - Asia ditutup. Padahal sebelumnya Konstantinopel merupakan salah satu kota yang paling berpengaruh dan menjadi pusat perdagangan. Karena kesulitan menempuh perjalanan darat maka perjalanan laut menjadi pilihan para penjelajah Eropa termasuk Columbus.
Columbus mencoba untuk menemukan rute laut paling singkat dari Eropa ke Asia. Colombus sendiri sudah tau bahwa Bumi ini bentuknya bulat, tapi dalam bayangannya waktu itu, bulatnya relatif kecil, ga segede yang kita ketahui sekarang (keliling katulistiwa 40,075 km). Oleh karena itu, dia memutuskan ke Asia melalui Samudera Atlantik karena dia pikir rute ini bakal lebih dekat. Nah Ratu Isabella yg membiayai perjalanan Colombus waktu itu, ngeyel, dan nyaranin Colombus ke arah timur. Seperti yang udah lo baca dalam berbagai informasi sejarah, Colombus akhirnya malah pergi ke barat dan nyampe di benua Amerika. Karena mengira tiba di Hindia (Asia), mereka menyebut penduduk Amerika tersebut dengan sebutan "Indian".
Sedangkan orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi bumi adalahFerdinand Magellan. Penjelajahan ini disebut-sebut sama pentingnya dengan misi pendaratan NASA di bulan. Saat itu Magellan dan kru-nya yang totalnya 243 orang bertekad mengelilingi dunia dari Spanyol ke Barat terus sampai akhirnya tiba ke Spanyol lagi. Dia mulai berlayar ke arah Amerika (menyeberangi Samudera Atlantik), lalu menyeberangi Samudera Pasifik sampai akhirnya sampai di Filipina. Dengan perbekalan yang terbatas, banyak awak kapal yang meninggal karena lapar, sakit, ataupun perang dengan penduduk lokal. Magellan sendiri tewas di Filipina dan awak kapal yang berhasil hidup sampai kembali ke Spanyol cuma tersisa 18 orang. Untuk menghargai jasanya, nama Magellan diabadikan dalam nama 2 galaksi tetangga Milkyway, Awan Magellan Besar (Large Magellanic Cloud) dan Awan Magellan Kecil (Small Magellanic Cloud).
Magellan_Elcano_Circumnavigation-en
Rute perjalanan ekspedisi tim Magellan mengelilingi Bumi dengan berlayar ke Barat dari Spanyol hingga tiba kembali di Spanyol.
Penjelajahan lain yang familiar dengan sejarah Indonesia adalah penjelajahan antara Spanyol dan Portugis. Pada abad ke 15, bangsa Eropa lagi gencar-gencarnya mencari daerah jajahan baru. Keunggulan dalam teknologi navigasi dan perkapalan yang dimiliki Portugis dan Spanyol menimbulkan persaingan dan perselisihan di antara keduanya dalam memperebutkan wilayah penjelajahan dan perdagangan. Akhirnya pemerintah Spanyol dan Portugis, dimoderasi oleh Paus, sepakat untuk melakukan Perjanjian Tordesillas. Isi dari perjanjian tersebut adalah pembagian arah pelayaran antara Spanyol dan Portugis yang dibatasi oleh garis yang sekarang kira-kira garis 46 derajat bujur barat. Dalam perjanjian tersebut, Spanyol memiliki hak perdagangan dan pelayaran ke arah barat, sementara Portugis ke arah timur. Pokoknya mereka harus berlayar saling menjauh supaya ga bersaing satu sama lain.
treaty map
Kemudian berlayarlah kapal-kapal Spanyol ke Barat, lalu kapal-kapal Portugis ke arah Timur. Tanpa disangka, mereka akhirnya ketemu di Kepulauan Maluku! Nah mereka bingung "Loh? lo kok disini?", lawong yang satu ke timur terus dan yang satu ke barat terus kok akhirnya ketemu? Jangan-jangan ada salah satu pihak yang melanggar perjanjian nih! Mereka bersitegang lagi akibat saling menyalahkan dan menuduh melanggar perjanjian Tordesillas yang sebelumnya telah disepakati oleh kedua belah pihak. Nah mereka pun hampir gontok-gontokan lagi dan lagi-lagi Paus menengahi dan membuat kesepakatan baru yang disebut dengan Perjanjian Saragosa.
Ada yang tau ga kenapa kira-kira Eropa saat itu masih banyak yang percaya dengan bumi datar? Padahal Aristoteles pada abad ketiga sebelum masehi udah menjelaskan bahwa Bumi berbentuk bulat. 

Dari mana modern flat earth society berasal?

Modern flat earth society ini di mulai dari abad 19 pencetusnya adalah Samuel Birley Rowbotham. Salah satu percobaan yang di lakukan oleh Rowbotham adalah Bedford Level Experiment di tahun 1838, Bedford adalah nama sebuah sungai di Norfolk Inggris. Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan apakah bumi bener-bener bulat seperti bola dan untuk menentukan dimana batas jarak lengkungan bumi (curvature). Di sungai Bedford terdapat saluran air yang panjang panjang banget dan lurus, tiap 6 mil (9.7 km) terdapat jembatan. Jika Bumi bulat, maka perahu di salah satu jembatan ga akan terlihat di jembatan satunya. Berdasarkan para ahli yang mengatakan bahwa total keliling bumi adalah 25.000 mil, seharusnya dalam jarak 6 mil (9.7 km) sudah ada lengkungan (curvature).
Flat_earthRobowtham mencoba melihat kapal setinggi 5 kaki menggunakan teleskop yang setinggi 8 inch yang ditaruh di atas air sungai Bedford. Setelah kapal tersebut melewati jarak lebih dari 6 mil (9.7 km), ternyata kapal tersebut masih bisa terlihat dengan jelas melalui teleskopnya. Harusnya kalau emang benar bumi itu berbentuk bulat ga mungkin donk kapal tersebut yang sudah melewati jarak 6 mil masih bisa terlihat walaupun pakai teleskop karena sudah berada di balik lengkungan bumi. Robowtham pun menerbitkan buku yang berjudul Zetetic Astronomy: Earth Not a Globe  yang menyatakan Bumi merupakan piringan datar yang berpusat di Kutub Utara dan dibatasi sepanjang tepi selatannya oleh dinding es, Antartika, dengan Matahari dan bulan berada 3.000 mil (4.800 km) di atas permukaan Bumi. Dia juga menerbitkan selebaran berjudul "The inconsistency of Modern Astronomy and its Opposition to the Scriptures!!", yang berpendapat bahwa "Bible, alongside our senses, supported the idea that the earth was flat and immovable and this essential truth should not be set aside for a system based solely on human conjecture".
Tahun 1870, salah seorang pendukung fanatik Flat Earth, John Hampden, mengadakan taruhan buat siapa aja yang bisa membuktikan bumi bulat dan mematahkan hasil Bedford Experiment, dengan iming-iming hadiah $500. Kalo dihitung pake inflation calculator, maka uang $500 di tahun 1870 setara dengan uang $9457 di tahun 2015. Uang $9457 kalo dirupiahkan dengan asumsi kurs dollar Rp13.000 jadinya senilai Rp122.941.000. Banyak juga ya?
Alfred Russel Wallace yang merupakan penulis buku "The Malay Archipellago" dan kita kenal sebagai ilmuwan Biologi & eksplorer yang revolusioner sebagai salah satu penggagas teori evolusi (bersama Charles Darwin) pun tertarik dengan taruhan tersebut. Jika lo inget pelajaran IPS SD tentang garis Wallace dan garis Webber, yang dimaksud Wallace adalah Alfred Russel Wallace ini. Saat itu profesi scientist masih sangat langka, ga seperti sekarang. Hasil royalti buku Wallace dan penjualan beberapa koleksi burung tropis dan kupu-kupu yang dia kumpulkan selama petualangannya ga memberikan pemasukan yang memadai. Berbeda dengan Darwin yang berasal dari keluarga yang berada, Wallace berasal dari keluarga yang biasa-biasa aja. Oleh karena itu Wallace memutuskan buat ikutan taruhan itu karena pikirnya bisa dapet duit secara gampang sekaligus berharap “may stop these foolish people”.
omFtqKekeliruan dari percobaan Rowbotham tidak menghitung pembiasan cahaya oleh uap air laut yang pasti terjadi ketika temperatur sangat tinggi. Mengingat percobaan ini dilakukan saat musim panas, maka penguapan air laut pasti terjadi, dan akibatnya adalah pembiasan cahaya (pembelokan cahaya) oleh uap air laut. (By the way, lo bisa tonton video tentang pembiasan optik di zenius.net)
Karena Wallace adalah ilmuwan beneran yang tau tentang hal tersebut, dia memastikan untuk menghindari efek pembiasan cahaya oleh uap air laut. Maka dia melakukan percobaan yang sama tetapi pada ketinggian titik pengamatan 4 meter. Hasil dari percobaan ini membuktikan bahwa bagian bawah kapal menghilang, hasil yang berlawanan dengan yang diperoleh pada awal eksperimen Rowbotham. Hasil ini diakui oleh juri yang membuat Wallace memenangkan taruhan ini. Di kemudian hari eksperimen yang sama telah dilakukan oleh orang lain dan memberikan hasil sesuai dengan eksperimen Wallace.

Perdebatan masalah flat earth

Konsekuensi dari “teori” flat earth ini menafikan hampir semua ilmu pengetahuan yang selama ini berlaku, seperti gravitasi, matahari mengelilingi bumi, terjadinya gerhana, dan berbagai hal lain. Gimana caranya mengambil kesimpulan dari masalah ini? Dalam artikel zenius sebelumnya, Fanny udah pernah membahas tentang cara mengambil kesimpulan yang rasional, yang mana apabila terdapat permasalahan, maka kita mesti mengujinya dengan eksperimen atau data.
Kembali ke Alfred Russel Wallace, meskipun dia memenangkan taruhan, tapi hal tersebut sangat disesalinya dan bahkan dia bilang "most regrettable incident in my life". Kok bisa? Selama puluhan tahun, dia dan keluarganya terus-terusan mendapat ancaman pembunuhan, permasalahan hukum dan berbagai teror dari John Hapmden yang fanatik dan tidak bisa menerima kekalahan. Berikut yang Wallace katakan:
"The next matter was a much more serious one, and cost me fifteen years of continued worry, litigation, and persecution, with the final loss of several hundred pounds. And it was all brought upon me by my own ignorance and my own fault—ignorance of the fact so well shown by the late Professor de Morgan—that "paradoxers," as he termed them, can never be convinced, and my fault in wishing to get money by any kind of wager. It constitutes, therefore, the most regrettable incident in my life."
John Hampden sendiri tetep bersikukuh bahwa bumi berbentuk datar dan mengabaikan putusan juri yang memenangkan Wallace. Dia, hingga akhir hayatnya, terus-terusan menerror Wallace. Seperti halnya Hampden, pendukung flat earth lainnya juga mengabaikan sejarah dan fakta-fakta yang telah diajukan.
Hingga saat ini, tentu masih banyak banget orang yang masih percaya dengan bumi datar. Sampai di sini sih gue pribadi menyerahkan pada keyakinan masing-masing, itu hak mereka. Apakah kita mau terus maju bersama ilmu pengetahuan yang telah diuji berkali-kali oleh para ilmuwan dengan bermacam-macam pendekatan, atau mau mundur kembali 2300 tahun? Satu pelajaran berharga yang bisa dipetik dari Wallace, jangan menghabiskan waktu berdebat dengan fanatik.

Referensi:
  • Buku: Flat Earth the History of an Infamous Idea, Christine Garwood
  • https://people.sc.fsu.edu/~dduke/models
  • http://www.cloudynights.com/topic/306344-animated-gifs-for-ptolemaic-and-copernican-models/
  • http://www.popsci.com/10-ways-you-can-prove-earth-is-round

Materi Alat Ukur Panjang Jangka Sorong

Materi Alat Ukur Panjang Jangka Sorong ~ Dalam ilmu fisika banyak sekali standar pengukuran yang dilakukan. Misalkan saja pengukuran volume, pengukuran massa, pengukuran panjang, dan pengukuran-pengukuran lainnya. Semua jenis pengukuran tersebut memiliki teknik, cara, dan alat yang berbeda-beda untuk membantunya. Seperti halnya untuk pengukuran standar panjang dalam fisika. Terdapat banyak sekali alat ukur panjang yang memiliki teknik, cara, pembacaan yang berbeda-beda. Dan dari perbedaan tersebut diperoleh pula hasil yang dapat berbeda karena beberapa keadaan. Pada kesempatan kali ini, kami bermaksud untuk mengulas mengenai salah satu alat ukur panjang dalam ilmu fisika. Dan materi alat ukur panjang ini pun dipelajari pada mata pelajaran  fisika kelas X SMA/MA.

Pengertian Jangka Sorong

Alat ukur panjang yang akan dibahas kali ini adalah Jangka Sorong. Jangka Sorong adalah salah satu alat ukur panjang yang memiliki tingkat ketelitian sangat tinggi. Bahkan dapat dituliskan mengenai tingkat ketelitian pengukuran yang dihasilkan oleh Jangka Sorong mencapai seperseratus milimeter, sebuah angkat untuk tingkat ketelitian yang memiliki keakuratan tinggi. Pada penggunaan alat ukur Jangka Sorong, terdapat dua kondisi ketelitian yang dihasilkan. Pada jangka sorong di bawah 30 cm, ketelitian yang dapat dihasilkan adalah 0.05 milimeter dan pada jangka sorong lebih dari 30 cm memiliki tingkat ketelitian 0.01 milimeter. Sejak pertama dibuat, jangka sorong memiliki 2 organ penting. Organ penting tersebut yang membantu alat ukur panjang ini menemukan hasil pengukuran yang akurat. Bagian pertama adalah bagian rahang tanam (rahang diam), yaitu bagian jangka sorong yang letaknya permanen dan tidak dapat digerakkan. Bagian yang kedua adalah bagian rahang sorong/dinamis (bergerak), yaitu bagian jangka sorong yang dapat digerakan ke depan dan ke belakang untuk melakukan jarak pengukuran terhadap benda. Perhatikan gamabr di bawah ini untuk lebih jelas mengenai bagian-bagian Jangka Sorong.

Bagian-Bagian Jangka Sorong
Bagian-Bagian Jangka Sorong

Kegunaan Jangka Sorong

Setiap alat diciptakan pasti memiliki  kegunaan. Kegunaan tersebutlah yang akan berguna untuk membantu kerja manusia dalam hal tertentu sesuai dengan bidang alat yang diciptakan. Kegunaan dari alat ukur panjang Jangka Sorong secara umum ada 3 kegunaan, yaitu:
  • Untuk mengukur ketebalan/panjang suatu benda.
  • Untuk mengukur diameter/sisi dalam suatu benda.
  • Dan untuk mengukur kedalaman suatu lubang benda.

Ketiga kegunaan tersebut menggunakan fungsi dari bagian jangka sorong yang berbeda. Pada gambar di atas dapat dilihat ada 3 bagian yang akan digunakan untuk mengukur 3 kegunaan tersebut.
  • Pada bagian 1 digunakan untuk mengukur diameter sebuah lubang.
  • Pada bagian 2 digunakan untuk mengukur panjang atau ketebalan sebuah benda.
  • Pada bagian 3 digunakan untuk mengukur kedalaman sebuah lubang.

Setelah melihat gambar tersebut dan penjelasannya, tentu kita sudah bisa memahami fungsi dari bagian-bagian yang lebih spesifik. Alat ukur panjang Jangka Sorong sekarang ini telah tersedia dalam bentuk digital dan analog.

Demikian ulasan singkat mengenai Materi Alat Ukur Panjang Jangka Sorong. Semoga ulasan ini dapat menambah pengetahuan kita mengenai alat ukur panjang Jangka Sorong.

Bentuk Integral Trigonometri dan Panduan Penyelesaian Soalnya

Bentuk Integral Trigonometri dan Panduan Penyelesaian Soalnya ~ Integral Trigonometri adalah salah satu bentuk integral yang dipelajari dalam dunia ilmu matematika. Integral ini berhubungan erat dengan tiga komponen trogonometri, yaitu : Sinus (sin), Cosinus (cos), dan Tangen (tan). Ketiga komponen trigonometri tersebut membentuk sebuah pertanyaan dalam alur integral, sehingga untuk penyelesaian pertanyaan tersebut juga memerlukan beberapa tahapan. Dalam kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai bentuk dari integral trigonometri dan panduan penyelesaian untuk soal yang mengandung struktur integral trigonometri.

Bentuk Integral Trigonometri

Mengenai bentuk dari Integral Trigonometri, ada 3 bentuk umum yang sering dipelajari. Ketiga bentuk umum tersebut memiliki struktur dan penggunaan komponen trigonometri yang berbeda. Berikut ini adalah bentuk dari ketiga Integral Trignometri:
  • Fungsi Trigonometri Umum
Bentuk fungsi trigonometri umum yang biasanya digunakan untuk menyelesaikan persoalan intergral trigonometri adalah sebagai berikut:
Fungsi Trigonometri Umum untuk Integral Trigonometri
Fungsi Trigonometri Umum untuk Integral Trigonometri
  • Fungsi Trigonometri Lanjutan
Bentuk dari fungsi trigonometri lanjutan yang dipergunakan sebagai pendukung integral trigonometri adalah sebagai berikut:
Fungsi Trigonometri Lanjutan untuk Integral Trigonometri
Fungsi Trigonometri Lanjutan untuk Integral Trigonometri
  • Fungsi Invers Trigonometri
Bentuk dari fungsi invers trigonometri yang dipergunakan dalam penyelesaian soal integral trigonometri adalah sebagai beriku:
Fungsi Invers Trigonometri untuk Integral Trigonometri
Fungsi Invers Trigonometri untuk Integral Trigonometri
Sedangkan untuk bentuk trigonometri yang sering dipakai dalam struktur integral trigionometri di sekolah-sekolah adalah sebagai berikut:
Striktur Trigonometri untuk Integral Trigonometri
Struktur Trigonometri untuk Integral Trigonometri
Dalam proses penyelesaian soal-soal integral trigonometri, yang perlu kita lakukan adalah memecah bentuk soal menjadi bentuk struktur trigonometri yang sesuai. Jika sudah membentuk struktur trigonometri yang sesuai, maka aturan perpangkatan akan dapat diterapkan dalam soal.

Dalam penyelesaian integral-integral trigonometri, ada beberapa identitas trigonometri yang dapat dipergunakan. Berikut ini adalah beberapa identitas trigonometri yang erat hubungannya dengan integral trigonometri.
  • Identitas Pitagoras
Identitas Pitagoras
Identitas Pitagoras
  • Identitas Sudut Tengah untuk sin x
Identitas Sudut Tengah untuk sin x
Identitas Sudut Tengah untuk sin x
  • Identitas Sudut Tengah untuk cos x
Identitas Sudut Tengah untuk cos x
Identitas Sudut Tengah untuk cos x

Panduan Menyelesaikan Soal Integral Trigonometri (Perpangkatan Sinus dan Cosinus)

  • Perhatikan pada struktur perpangkatan soal. Jika terdapat pangkat dari sinus yang bersifat bilangan ganjil dan harga positif, maka simpan satu faktor dari sinus tersebut dan kemudian ubah faktor sisanya menjadi cosinus. Setelah itu lakukan ekspansi dan integralkan struktur baru tersebut.
Tahap 1 Integral Trigonomoteri
Tahap 1 Integral Trigonomoteri
  • Sedangkan untuk pangkat cosinus yang bersifat bilangan ganjil dan harga positif, maka simpan satu faktor dari cosinus tersebut dan kemudian ubah faktor sisanya menjadi sinus. Setelah itu lakukan ekspansi dan integralkan struktur baru tersebut.
Tahap 2 Integral Trigonomoteri
Tahap 2 Integral Trigonomoteri
  • Dan bila pangkat dari sinus dan cosinus keduanya berupa bilangan genap dan tidak negatif, maka gunakan secara berulang identitas di bawah ini, untuk mengubah integral menjadi perpangkatan ganjil dari cosinus. Dan hasilnya dilanjutkan seperti langkah poin kedua.
Tahap 3 Integral Trigonomoteri
Tahap 3 Integral Trigonomoteri
Untuk lebih jelasnya mengenai penerapan rumus integral trigonometri tersebut, berikut ini kami sertakan contoh soal beserta pembahasannya. Semoga dapat membantu memperjelas penjelasan kami. [Contoh Soal dan Pembahasan]

Demikian ulasan singkat kali ini mengenai Bentuk Integral Trigonometri dan Panduan Penyelesaian Soalnya. Semoga bermafaat bagi adik-adik semua.

Referensi Buku Biologi Kelas XI SMA/MA Standar KTSP Untuk Siswa

Referensi Buku Biologi Kelas XI SMA/MA Standar KTSP Untuk Siswa ~ Pada kesempatan yang kemarin, kami telah mengulas tentang referensi buku Biologi KTSP untuk kelas X. Dan pada kesempatan kali ini kami ingin melanjutkan ulasan tersebut ke arah referensi buku Biologi kelas XI. Sama seperti pada buku Biologi kelas X, materi yang dimuat dalam referensi buku Biologi kelas XI ini juga berdasarkan pada standar materi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Buku-buku ini diterbitkan di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Jadi keberadaan buku-buku ini sangat penting bagi siswa untuk menambah pembendaharaan materi dalam mendukung materi yang disampaikan di sekolah.

Referensi Buku Biologi Kelas XI SMA/MA Standar KTSP Untuk Siswa
Referensi Buku Biologi Kelas XI SMA/MA Standar KTSP Untuk Siswa

Referensi Buku Biologi Kelas XI SMA/MA Standar KTSP

Bagi adik-adik yang masih belajar di jenjang kelas XI SMA/MA, silahkan mengambil buku-buku ini untuk dijadikan sebagai referensi belajar mata pelajaran Biologi di sekolah. Untuk materi yang termuat di dalam masing-masing buku adalah sama meskipun pengarangnya berbeda. Karena buku-buku Biologi kelas XI ini disusun berdasarkan kurikulum yang diberlakukan, yaitu KTSP. Untuk lebih jelasnya, silahkan ambil buku-buku tersebut melalui link di bawah ini:
Buku-buku tersebut berbentuk buku elektronik yang dapat dibuka menggunakan komputer, smartphone,  tablet, dan lain-lain. Syaratnya adalah, perangkat yang akan digunakan untuk membuka harus memiliki aplikasi pembaca file PDF.

Demikian ulasan kali ini mengenai Referensi Buku Biologi Kelas XI SMA/MA Standar KTSP Untuk Siswa. Semoga ulasan dan isi dari artikel ini bermanfaat bagi adik-adik dan dunia pendidikan di Indonesia.

Referensi Buku Biologi Kelas X SMA/MA Standar KTSP Untuk Siswa

Referensi Buku Biologi Kelas X SMA/MA Standar KTSP Untuk Siswa ~ Biologi adalah salah satu mata pelajaran penting di jenajng SMA/MA kelas X. Oleh karena itu pembelajaran mengenai materi pelajaran ini harus berlangsung dengan baik. Persiapan dari guru dalam penguasaan materi sangat penting untuk dilakukan. Begitupun dengan siswanya, mereka harus mempersiapkan setidaknya buku referensi mengenai materi pelajaran Biologi kelas X yang bersangkutan. Referensi tersebut dapat diperoleh dari buku atau dari sumber lainnya yang valid dan menyambung dengan materi yang diajarkan. Keberadaan buku sebagai dasar maupun refernsi tambahan materi sangat diperlukan. Apalagi buku-buku tersebut ada hubungannya dengan penyelenggara pendidikan di Indonesia yang tentu saja telah mempertimbangkan bobot materi yang dimuat dalam pelajaran Biologi kelas X. [Baca juga : Referensi Buku Biologi Kelas XI KTSP]

Pada kesempatan kali ini, kami berhasil menghimpun beberapa referensi buku Biologi kelas X SMA/MA menurut standar materi KTSP 2006. Buku-buku tersebut akan kami bagikan secara gratis kepada adik-adik yang masih belajar di bangku kelas X SMA/MA. Buku Biologi kelas X tersebut dapat dijadikan sebagai buku panduan atau buku referensi dari materi pelajaran Biologi yang diajarkan di sekolah. Buku-buku pelajaran Biologi berikut ini diterbitkan langsung di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dengan standar materi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Referensi Buku Biologi Kelas X SMA/MA Standar KTSP Untuk Siswa
Referensi Buku Biologi Kelas X SMA/MA Standar KTSP Untuk Siswa

Referensi Buku Biologi Kelas X SMA/MA Standar KTSP

Untuk lebih jelasnya, adik-adik dapat memperoleh buku-buku tersebut melalui link di bawah ini di setiap judul bukunya.

Ada beberapa judul buku yang memang sama, tetapi sebenarnya itu disusun oleh pengarang yang berbeda. Dan untuk materi yang dimuat dalam setiap buku adalah sama, yaitu mengenai materi pelajaran Biologi kelas X SMA/MA standar KTSP 2006. Sehingga adik-adik dapat memanfaatkan beberapa buku referensi Biologi kelas X ini untuk menambah pembendaharaan materi Biologi.

Demikian ulasan singkat kali ini mengenai Referensi Buku Biologi Kelas X SMA/MA Standar KTSP Untuk Siswa. Semoga apa yang ada di dalam ulasan ini dapat menambah pembendaharaan materi Biologi yang diajarkan di sekolah.