Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan

Pembahasan Per BAB Materi Kimia Kelas X Semester 1 dan Semester 2

Pembahasan Per BAB Materi Kimia Kelas X Semester 1 dan Semester 2  ~ Materi menjadi bahan ajar wajib yang harus dimiliki oleh siswa dan guru. Karena materi adalah perangkat pembelajaran yang akan diajarkan dan dipelajari. Seperti halnya pembelajaran mata pelajaran kimia yang tentu saja membutuhkan materi pelajaran agar proses belajar mengajar dapat berlangsung. Pada kesempatan kali ini kami berhasil menghimpun dan membagikannya melalui ulasan ini materi kimia kelas X untuk semester 1 dan semester 2 lengkap.

Mata pelajaran Kimia di kelas X membahas 7 materi yang terpisah ke dalam 7 bab. Ke-7 bab tersebut diajarkan untuk dua semester yang akan dilalui oleh kelas X. Setiap materi Kimia diulas dengan jelas dan lengkap pada masing-masing bab. Dan tidak hanya itu, materi kimia ini juga memuat contoh-contoh real dari materi yang diajarkan.

Kimia kelas X ini akan mempelajari materi mulai dari mengenal ilmu kimia itu sendiri sampai dengan materi mengenai Hidrokarbon dan Minyak Bumi. Semua disuguhkan per file per bab dalam bentuk file PDF. Jadi materi ini dapat Anda cetak dan gunakan sebagai bahan referensi belajar kimia kelas X.

Materi Kimia Kelas X Semester 1 dan Semester 2
Materi Kimia Kelas X Semester 1 dan Semester 2 

Materi Kimia kelas X

Silahkan Anda unduh file materi Kimia kelas X melalui link di bawah ini sesuai dengan bab-nya.

Materi Kimia Kelas X Semester 1

Materi Kimia Kelas X Semester 2
  • Bab 4 : Ikatan Kimia [Get It !]
  • Bab 5 : Stoikiometri [Get It !]
  • Bab 6 : Larutan Elektrolit dan Konsep Redoks [Get It !]
  • Bab 7 : Hidrokarbon dan Minyak Bumi [Get It !]
Semua file materi Kimia Kelas x semester 1 dan 2 tersebut kami simpan di dalam Google Drive. Jadi Anda tidak akan kesulitan untuk mengunduhnya.

Demikian ulasan dari kami mengenai Pembahasan Per BAB Materi Kimia Kelas X Semester 1 dan Semester 2. Semoga bermanfaat dan dapat menambah bahan referensi materi kimia kelas X Anda.

    Langkah Menentukan Rumus Empiris Dan Rumus Molekul Data Percobaan

    Langkah Menentukan Rumus Empiris Dan Rumus Molekul Data Percobaan ~ Kimia merupakan sebuah ilmu yang sering dipelajari dalam dunia pendidikan. Ilmu ini mempelajari tentang reaksi senyawa yang ada di dunia ini. Dalam sebuah percobaan kimia, sering kita jumpai munculnya senyawa baru (asing) dari percobaan. Dan demi kesuksesan hasil percobaan, tentu kita harus mengetahui inti dari senyawa baru tersebut. Dan inti dari senyawa baru tersebut ditentukan dari penentuan rumus empiris dan rumus molekul senyawa tersebut. Lalu bagaimana kita mengetahui rumus empiris dan rumus molekul dari senyawa yang tidak kita kenali tersebut? Caranya adalah melakukan perhitungan secara bertahap untuk dapat menemukan rumus empiris terlebih dahulu. Ketika rumus empiris sudah ditemukan, maka rumus molekul dapat ditentukan juga dengan mudah. Di dalam ulasan ini akan dibahas langkah-langkah menentukan rumus empiris dan rumus molekul dari data percobaan yang dilakukan. Data percobaan yang digunakan di bawah ini adalah contoh yang diambil dari ulasan id.wikihow.com.

    Langkah Menentukan Rumus Empiris

    Rumus Empiris adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan terkecil dari jumlah atom-atom penyusun suatu senyawa. Rumus empiris mutlak dimiliki oleh setiap senyawa yang terbentuk dari percobaan, baik senyawa asing atau senyawa yang telah umum ditemui dan diketahui rumusnya. Jika senyawa tersebut termasuk ke dalam senyawa asing yang belum diketahui rumus empirisnya, kita dapat menentukannya melalui langka-langkah berikut ini. Penentuan rumus empiris berikut ini menggunakan data-data percobaan sebagai bahan utamanya.
    • Memeriksa data percobaan dan menjadikannya persentase. Data yang diperlukan meliputi: massa, tekanan, volume, dan suhu.
    • Menuliskan bentuk persentase massa menjadi bentuk berat massa dalam gram. Anggaplah bentuk persentase tersebut dari 100 gram massa. Sehingga berat dapat ditentukan dalam gram massa.
    • Mengubah bentuk massa menjadi mol. Caranya adalah membagi massa molekul dengan massa atom masing-masing unsurnya.
    • Membagi molnya dengan nilai molar terkecil pada setiap unsur yang terdeteksi. Sehingga akan didapatkan perbandingan nilai mol paling sederhana.
    • Lakukan pembulatan hasil perbandingan mol yang didapatkan. Sehingga rumus empiris dapat diperoleh dari nilai-nilai angkat pembulatan ini.
    Rumus Empiris Dan Rumus Molekul
    Rumus Empiris Dan Rumus Molekul

    Langkan Menentukan Rumus Molekul

    Setelah rumus empiris didapatkan, maka rumus molekul akan dengan mudah ditentukan. Langkah untuk menentukan rumus molekul suatu senyawa adalah sebagai berikut:
    • Menghitung jumlah mol gas senyawanya.
    • Menghitung berat molekul gas yang ada.
    • Tentukan jumlah berat atom yang dimiliki.
    • Membagi nilai beraet molekul dengan berat rumus empirisnya.
    • Diperoleh rumus molekul akhir dan dapat dituliskan rumus molekulnya.
    Dengan tahapan-tahapan tersebut, maka rumus empiris dan rumus molekul dapat ditentukan dengan benar dan mudah. Proses demi proses yang dilakukan dengan benar akan menghasilkan hasil rumus yang benar. Untuk lebih jelasnya mengenai tahapan-tahapan penentuan rumus empiris dan rumus molekul tersebut Anda dapat men-download dokumen selengkapnya melalui link di bawah ini:

    Download Penjelasan Langkah Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul Dari Data Percobaan

    Selain penjelasan lebih terperinci mengenai tahapan penentuan rumus empiris dan rumus molekul, di dalam dokumen tersebut juga disertakan salah satu contoh tambahan dan penyelesaiannya menggunakan tahapan tersebut dalam menentukan rumus empiris dan rumus molekul.

    Demikian ulasan kali ini mengenai Langkah Menentukan Rumus Empiris Dan Rumus Molekul Data Percobaan. Semoga bermanfaat!

    Bilangan Oksidasi



    Bilangan oksidasi didefinisikan sebagai jumlah muatan negatif dan positif dalam atom, yang secara tidak langsung menandakan jumlah elektron yang telah diterima atau diserahkan. Atom yang menerima elektron akan bertanda negatif, atom yang melepaskan elektron bertanda positif. Tanda (+) dan (-) pada biloks ditulis sebelum angkanya, misalnya +2, atau +1; sedangkan pada muatan ditulis sesudah angkanya, misalnya 2+ atau 3+. Bilangan oksidasi menunjukkan besarnya muatan yang disumbangkan oleh atom atau unsur tersebut pada molekul atau ion yang dibentuknya. Bilangan oksidasi juga berguna untuk mengekspresikan persamaan reaksi setengah yang terjadi dalam reaksi oksidasi dan reduksi.
    Cara menentukan bilangan oksidasi suatu unsur dalam ion atau senyawanya mengikuti aturan-aturan sebagai berikut :
    1.   Bilangan oksidasi unsur bebas (berbentuk atom, atau molekul unsur) adalah 0 (nol).
    Unsur bebas berbentuk atom.'
    -          Bilangan oksidasi C dalam             C             = 0
    -          Bilangan oksidasi Ca dalam           Ca           = 0
    -          Bilangan oksidasi Cu dalam          Cu           = 0
    -          Bilangan oksidasi Na dalam          Na          = 0
    -          Bilangan oksidasi Fe dalam           Fe           = 0
    -          Bilangan oksidasi Al dalam            Al            = 0
    -          Bilangan oksidasi Ne dalam          Ne          = 0
    Unsur bebas berbentuk molekul.
    -          Bilangan oksidasi H dalam             H2           = 0
    -          Bilangan oksidasi O dalam            O2           = 0
    -          Bilangan oksidasi Cl dalam            Cl2           = 0
    -          Bilangan oksidasi P dalam             P4            = 0
    -          Bilangan oksidasi S dalam             S8            = 0
    2.       Bilangan oksidasi logam dalam senyawa selalu positif.
    Unsur logam golongan 1 (sistem lama gol. IA) (Li, Na, K, Rb, Cs, Fr), bilangan oksidasinya +1.
    -          Bilangan oksidasi K dalam             KCl, KNO3, atau K2SO4    = +1
    Unsur logam golongan 2 (sistem lama gol. IIA) (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra), bilangan oksidasinya +2.
    -          Bilangan oksidasi Mg dalam         MgO, MgCl2, atau MgSO4             = +2
    Bilangan oksidasi unsur logam lain:
    -          Ag = +1
    -          Cu = +1 dan +2
    -          Hg = +1 dan +2
    -          Au = +1 dan +3
    -          Fe = +2 dan +3
    3.       Bilangan oksidasi ion monoatom (1 atom) dan poliatom (lebih dari 1 atom) sama dengan muatan ionnya.'
    Bilangan oksidasi ion monoatom Na+, Ca2+, Al3+, Cl-, dan 02- berturut-turut +1,+2, +3, -1 dan -2.
    Bilangan oksidasi ion poliatom NH4+, SO42+, PO43- berturut-turut +1,-2, dan -3.
    4.       Bilangan oksidasi unsur golongan VIA (O, S, Se, Te, Po) pada senyawa biner adalah -2, dan unsur golongan VIIA  (F, Cl, Br, I, At) pada senyawa biner adalah -1.'
    Bilangan oksidasi unsur S pada Na2S dan MgS adalah -2.
    Bilangan oksidasi unsur Cl pada NaCl, KCl, MgCl2, dan FeCl3 adalah -1.
    5.       Bilangan oksidasi unsur H pada senyawanya adalah +1.'
    Kecuali dalam hidrida (senyawa hydrogen dengan logam), bilangan oksidasinya -1'
    Alasan: dalam senyawa hidrida, hidrogen ada dalam bentuk ion hidrida, H-. Biloks dari ion seperti hidrida adalah sama dengan muatan ion, dalam hal ini adalah -1.'
    Bilangan oksidasi unsur H pada H2O, HCl, H2S, dan NH3 adalah +1.
    Bilangan oksidasi unsur H pada NaH, CaH2, dan AlH3 adalah -1.
    6.       Bilangan oksidasi unsur O pada senyawanya adalah -2, kecuali :'
    a.       Pada senyawa biner dengan F, bilangan oksidasinya adalah +2.
    b.       Pada senyawa peroksida, seperti H2O2, Na2O2 dan BaO2 , bilangan oksidasinya adalah -1.
    c.       Pada senyawa superoksida, seperti KO2 dan NaO2, bilangan oksidasinya adalah -½ . 
    Bilangan oksidasi unsur O pada H2O, KOH, H2SO4 dan Na3PO4 adalah -2.
    7.       Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam senyawa adalah 0 (nol).

    Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur pembentuk ion poliatom sama dengan muatan ion poliatomnya.